Tampilkan postingan dengan label Poto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poto. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2013

Persekutuan Sinode Gereja Injili Karo Indonesia Juni 2013 di Taneh Karo



NB: Untuk Sabtu, 29 Juni 2013 rangkaian acara sebatas internal jemaat GIKI saja. 
Mejuah-juah, Tuhan Yesus Si Masu-masu.

Jumat, 15 Februari 2013

Kontes blog Karo

Kapan?
            Sekarang telah memasuki bulan kedua saat pembicaraan dan kesepahaman tentang pengadaan kontes blog bagi para bloger yang menaruh perhatian serta minatnya kepada budaya Karo, namun hingga sampai pada detik ini kepenitiaanpun belum terbentuk. Mengapa demikian?

            Ada beberapa kalangan berpendapat kalau kontes yang seperti ini nantinya tidak akan memberi keuntungan bagi budaya Karo dan hanya sebagai ajang menghabiskan uang saja, atau singkatnya pemborosan! Benarkah tidak akan memberi untung kepada budaya Karo dan hanya pemborosan? Bosan untuk memberi penjelasan! Cuma, satu hal… jangan mengeluh jika generasi muda Karo dan yang bukan Karo namun memberi berminat kepada budaya Karo malah lebih mengenal dan menggemari budaya lain, sebut saja suku tetanggga Toba. Seperti contoh! Generasi muda Karo lebih senang memakai dan mengakui tradisi dari Toba, sedangkan di Karo sendiri memiliki tradisi-tradisi yang beragam. Namun, mengapa generasi Karo lebih senang dan lebih mengakui tradisi dari suku yang lain? Bahkan, sarjana dan penulis-penulis Karo, baik buku, tabloid, website, blog, dan media lainnya lebih menyenangi dan lebih mengerti tradisi dari suku bangsa seberang. Hal ini tidak lain karena setiap hari mereka terbiasa disuguhkan tradisi-tradisi dari suku tetangga ketimbang tradisi leluhurnya sendiri, baik yang mereka serap dari media elektronik, cetak, maupun internet.

            Sekarang! Muncul sebuah gagasan untuk membuat kontes blog Karo, dimana para bloger dipacu untuk menulis pada halaman mereka tentang tradisi Karo tersebut. Ini sebuah kesempatan agar Karo itu lebih banyak dikeperkenalkan didunia maya. Ingat sebahagian besar interaksi manusia sekarang didunia maya.  Menguntungkan atau tidaknya bagi budaya Karo itu, silahkan nilai sendiri.

Selasa, 11 Desember 2012

Wacana menghidupkan kembali kekaroan dan kemelayuan di Patumbak

      Dalam beberapa kesempatan, para tokoh masyarakat dan pemuda di Kampung Karo – Patumbak, tidak jarang melontarkan keinginan untuk menambalkan jalan ke Kampung Karo ini dengan nama Karo, salah satunya usulan nama pendiri Kampung Karo yakni Tala Barus. Bukan hanya itu, ditingkat kecamatan juga beberapa kali muncul wacana untuk menambalkan nama Tengku Wan Epen Barus yang merupakan Raja Urung Senembah – Patumbak menjadi nama Jalan Besar Patumbak yang sampai pada saat ini masih bernama Jalan Pertahanan. Namun, hingga kini itu masih dalam sebatas wacana dan bahkan wacana-pun telah padam tanpa bekas.



Simpang Kampung Karo(Koleksi: Bastanta P. Sembiring, 2006)

Jika ditelisik lebih dalam, latar belakang dari munculnya wacana nama jalan ini tidak lain adalah rasa rindu akan wajah Patumbak dahulu yang kental akan rasa kekaroan dan kemelayuan-nya, dimana kita ketahui bahwa Patumbak yang kini menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Deliserdang(Kec. Patumbak) dulunya adalah salah satu Negeri(kerajaan) Urung Karo yang dipinpin oleh seorang raja urung ber-merga Karokaro Barus. Bahkan ibu kota Urung Senembah dalam sejarah tercatat berkedudukan di Petumbak(Patumbak).  Hal ini masih tampak dengan berdirinya sebuah bangunan tua tepat di simpang menuju Kampung Karo sekitar ± 100 meter dari kantor camat Patumbak, yang dalam penuturan masyarakat setempat disebut sapo(rumah) mbelin, yang tidak lain adalah istana ataupun kediaman keluarga Raja Urung Senembah hingga saat ini.

Dan, wacana itu terdengar lebih mengaung di Kampung Karo, mengingat telah terkikisnya, bahkan hampir lenyap rasa kekaroan di bumi Senembah Patumbak Simalem ini, dan menyadari hanya Kampung Karo – Patumbak inilah satu-satunya yang hingga kini menunjukkan kekaroan itu, walaupun kini hanya sebatas nama saja!

Peta yang menunjukkan Kampung Karo-Patumbak
Peta Patumbak(wikipedia, modifikasi: Bastanta P. Sembiring)

 Perlu diketahui, cara pandang masyarakat Karo yang lebih kepada mengedepankan harmonisasi ketimbang eksploitasi ataupun penaklukan, membuat pergerakan itu melambat, kian meredup, dan sesekali muncul kembali jika diasah. Dan, jikalaupun terlalu sering disah, tetap sifat yang lebih kepada mengedepankan harmonisasi terlalu memikirkan apa yang ada di sekitar, sehingga nama yang bersifat lebih nasionalis lebih diutamakan daripada nama kedaerahan. Namun lucunya, disatu sisi ini terasa sangat aneh, karena saat teman-teman dari etnis lain memaksakan untuk menambalkan yang identik dengan etnisnya seperti yang terjadi pada Bandara Internasional Kuala Namo, masyarakat Karo ini seperti orang tua yang kebakaran jenggot. Jadi, apa salahnya kita mengusulkan nama yang identik dengan kita, toh memang itu daerah kita dan kampung halaman kita? Bukankah dengan demikian kita turut berperan menjaga kekayaan bangsa ini? Mejuah-juah.

Lihat juga:


Minggu, 09 Desember 2012

Koleksi photo: Bastanta Permana Sembiring

Semua photo-photo ini diambil di Patumbak, Deliserdang, Sumatera Utara, Indonesia. Lokasi dan tahun yang bervariasi. Mejuah-juah Patumbak Simalem.

Patumbak 1986 (Koleksi: Bastanta P. Sembiring)

Patumbak 1983 (Koleksi: Bastanta P. Sembiring)

Patumbak 1983

Patumbak, Juli 1984 (Koleksi: Bastanta P. Sembiring)

Patumbak 1986 (Koleksi: Bastanta P. Sembiring)
Kampung Karo, Patumbak 1986 (Koleksi: Bastanta P. Sembiring)

GBKP Patumbak 1979 (Koleksi: Bastanta P. Sembiring)

Koleksi: Bastanta P. Sembiring

GBKP Patumbak 1986 (Koleksi: Bastanta P. Sembiring) 
Patumbak 1978 (Koleksi: Bastanta P. Sembiring)

Patumbak 1979 (Koleksi: Bastanta P. sembiring)

Lok. Depan GBKP Patumbak, 1971 (Koleksi: Bastanta P. Sembiring)

Patumbak 1950-an (Koleksi: Bastanta P. Sembiring)

Patumbak 1986 (Koleksi: Bastanta P. Sembiring)

Patumbak, 1986 (Koleksi: Bastanta P. Sembiring)


Kampung Karo, Patumbak 1970 (Koleksi: Bastanta P. Sembiring) 

Kampung Karo, Patumbak. Juli 1984(Koleksi: Bastanta P. Sembiring)

Natal KA/KR GBKP Patumbak 1996 (Koleksi: Bastanta P. Sembiring)


bersambung...,